WAWASAN NUSANTARA

Posted on February 25, 2009

0


>
A. PENGERTIAN WANAS DAN WANUS
B. TIGA KESADARAN
C. HAKIKAT, KEDUDUKAN, FUNGSI, TUJUAN,
ASAS, DAN ARAH PANDANG
D. CARA BERPIKIR SISTEMATIS
E. LATAR BELAKANG WANUS
F. KONSEP DASAR WANUS
G. IMPLEMENTASI WANUS
H. TANTANGAN IMPLEMENTASI
I. FAKTOR DOMINAN

A. Pengertian Wanas dan Wanus
Wanas

Cara pandang suatu bangsa yang perwujudannya
ditentukan oleh dialog dinamis bangsa tersebut dengan
lingkungan sepanjang sejarahnya, dengan kondisi objektif geografis, dengan kondisi subjektif kebudayaan, dan dengan idealitas yang dijadikan aspirasi bangsa tersebut, yang semua itu menjiwai bangsa tersebut dalam tindak kebijakannya guna mencapai tunas.
WANAS(format lain)
Wanus(Pengertian)
Cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan
lingkungannya berdasarkan ide nasionalnya
(Pancasila) yang merupakan aspirasi bangsa
Indonesia, serta menjiwai tata hidup dan
tindakan kebijakannya dalam mencapai tunas.

(Penjelasan Psikologi dan Filsafat)
B. TIGA KESADARAN
1. Ruang hidup (Lebensraum) dan Waktu
2. Milik
3. Kawan dan Lawan
C. Hakikat, Kedudukan, Fungsi, Tujuan, Asas, dan Arah Pandang
1. HAKIKAT

Persatuan-Kesatuan
(Keutuhan Bangsa)

KEDUDUKAN

sebagai landasan visional bangsa
(tampak pada Struktur Pemikiran bangsa Indonesia)

Struktur Pemikiran

PS * Land. Ideal

UUD * Land. Konstitusional

WANUS * Land. Visional

TANAS * Land. Konsepsional

GBHN * Land. Operasional

3. Fungsi Wanus Pedoman & rambu-rambu dalam pembuatan kebijakan dari atas sampai bawah dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, bernegara.
4. Tujuan Wanus

Mewujudkan nasionalisme yang tinggi di semua aspek
kehidupan untuk mencapai Tunas

5. Asas Wanus

Kepentingan yang sama
Keadilan
Kejujuran
Solidaritas
Kerjasama
Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama


6. Arah pandang Wanus

ke dalam : persatuan-kesatuan
(keutuhan bangsa)

ke luar : terjaminnya kepentingan
nasional dalam hubungan antar
bangsa-negara.
D. Cara berpikir sistematis
* Manusia makhluk berakal-berakhlak
Manusia menyembah Tuhan, mengabdi kepada kehidupan
masyarakat, dan mengelola alam bagi peningkatan kehidupannya
* Manusia bergerak dalam 2 (dua) bidang kegiatan :
universal filosofis (nilai) dan kehidupan sosial (fakta)
* Muncul dorongan untuk tetap eksis sepanjang masa
Dibutuhkan pandangan yang sama dari warga bangsa agar eksistensinya dapat terpelihara terus menerus
E. Latar Belakang Wanus1. Lingkungan Sepanjang Sejarah
a).Pangkal Tolak : Archipelago

Kesatuan utuh wilayah yang batas-batasnya ditentukan
oleh laut, dan di dalamnya terdapat pulau-pulau serta
gugusan pulau

ATAU

Gugusan pulau dengan perairan diantaranya sebagai
kesatuan utuh, dengan unsur air sebagai penghubung

b). UUD 1945
Tak ada ketentuan batas wilayah

c). Ordonansi (1939 – 1951)

Tiga (3) mil laut, pantai alamiah
Garis air terendah (garis dasar)
Masing-masing pulau

Indonesia sebagai negara berdaulat, tak berdaulat
penuh

d). Deklarasi Djuanda (Wanus): 1957 – 1982

Dua belas (12) mil laut, pantai alamiah
Garis air terendah (garis dasar)
Pulau terluar

(Teori antar titik / Teori titik ke titik / the point
to point theory)

Perjuangan selama 25 tahun
e). Deklarasi Djuanda tidak sertamerta diterima Dunia Internasional, sebab
1. Teori
Res Nullius : Laut tak ada yang punya, negara
boleh mengklaim laut
Res Communis : Laut milik masyarakat dunia, negara
tak boleh mengklaim laut
2. Legal
Paham archipelago baru dikenal (belum ada dasar
hukumnya, sehingga ditolak pada konferensi HLI
tahun 1958
3. Kepentingan NB (AL) untuk lewat selat/laut yang dalam
– SLOC (Sea Line of Communication) : Garis yang
menghubungkan titik-titik pangkalan angkatan laut
o) Diselesaikan dengan
Perpu No. 4 / 1960 : tentang INNOCENT PASSAGE (IP)
( Pelaksanaan IP : PP. No. 8 / 1962)

=) Dasar Filsafat : Hak pakai (gaduh) – Fungsi sosial
Ide sejarah : Nabi Musa – Firaun
Syarat-syarat : Ijin, di atas air, damai
Sifat internasional : Titik (bukan garis)
Bentuk – wujud : Alur Laut Kepulauan Indonesia
(ALKI)
f) Landas kontinen : 350 mil (1969)g) ZEEI : 200 mil (1980)
CTT :
– Dihargai Tradisional Fising Line (TFL)
– Jika klaim 12 mil saling silang, diambil TITIK TENGAH

Darat Res Nullius Res Communis

12 BLT 200 ZEEI 350 BLK Laut
Lepas

Landas
Kontinen

F. UDARA
=) Teori

Res Nullius : Teori Kedaulatan Udara
Res Communis : Teori Udara Bebas

=) Klaim IND : 36.000 km (1/5 jarak bumi-bulan)
: GSO (Geostasioner orbid)
: Sistem Cerobong (ditarik vertikal
dari batas wilayah ke bawah & ke
atas)
2. Geografi
a). Geopolitik
Geographical Politic
Political Geography (x)
b). Batasan Umum
Politik yang tidak dapat dipisahkan dengan
persoalan yang terjadi di bumi (Kebijakan yang
diambil dalam konstalasi geografi)

c) Batasan INDONESIA
Penguat tentang keadaan & segala sesuatu yang
Berhubungan dengan konstalasi geografis suatu
negara, dengan memanfaatkan keuntungan letak
geografi tersebut, untuk kepentingan
penyelenggaraan pemerintahan nasional, dan
penentuan kebijakan secara ilmiah berdasarkan
realitas yang ada, yang sesuai dengan cita-cita
bangsa tersebut.
d). Pandangan Pakar Geopolitik
F. Ratzel
=) Teori Organisme
Lebensraum
Ekspansi
Hukum Alam
=) Ekspansi Darat & Laut (Infrastruktur Geopolitik)
=) Dilengkapai dengan Suprastruktur Geopolitik: Kekuatan total yang mewadahi pertumbuhan
kondisi geografi

2. R. Kjellen
=) Negara merupakan organisme hidup yang berintelektual
=) Di samping Geopolitik, bidang yang lain adalah
Ekopolitik
Demopolitik
Sosial Politik
Kratopolitik
=) Swasembada (kebudayaan & teknik), tak tergantung
luar
=) Diarahkan : ke dalam : Persatuan-Kesatuan
ke luar : batas ruang hidup yang lebih
baik
3. Karl Haushofer
=) Lebensraum : Hak bangsa atas ruang hidup berdasarkan teori bahwa negara adalah suatu organisme yang tunduk pada hukum biologi
=) Autarki : Pemenuhan kebutuhan sendiri
=) Pan-Region : Pan Amerika – Amerika Serikat
Pan Asia – Jepang
Pan Eropa-Afrika – Jerman
Pan Rusia – Rusia
=) Kekuatan Darat > Laut : Ambil alih teori Heartland
(daerah jantung) dari Halford MacKinder
=) Daerah Perbatasan : tidak tetap (5)
Kesimpulan: (untuk 3 pakar tersebut)
Geopolitik

Pengerahan kekuatan fisik suatu negara ke daerah perbatasan untuk mendapatkan ruang hidup yang lebih luas dan lebih baik dalam rangka mencapai tunas
(Bandingkan dengan pandangan Indonesia)
Catatan : Wawasan Kekuatan
=) Darat / Benua : Halford MacKinder (Teori Heartland)
1. Daerah Jantung
2. Bulan Sabit Dalam
3. Bulan Sabit Luar
=) Laut : Alferd Thayer Mahan
1. Letak Geografi
2. Wujud Bumi
3. Luas Wilayah
4. Penduduk
5. Watak Nasional
6. Sifat Pemerintahan
=) Udara : Giulio Douhet W.B. Mitchell, dll
Kekuatan udara sangat menentukan keberadaan negara

=) Kombinasi : Nicholas J. Spykman (Teori Rimland =
Daerah Batas)

1. Rimland
2. Daerah Jantung
3. Shore Continents and Islands
4. Oceanic Belt
5. New World
GEOSTRATEGI(Dari Geopolitik)
=) Kebijakan pelaksanaan dalam menentukan tujuan
dan sarana, serta cara menggunakan sarana tersebut
guna mencapai tunas dengan memanfaatkan konstalasi
geografis negara

=) Geostrategi Indonesia : Posisi Silang
1. Fisik Geografis (Antara dua
benua-samudra)
2. Sosial (Antara utara dan se-
latan)

KATEGORI UTARA SELATAN
Demografi Padat Jarang
Ideologi Komunis Liberal
Politik Dik. Proletariat Dem Parlementer
Ekonomi Terpusat Kapitalis
Sosial Sosialisme Individualisme
Budaya Timur Barat
Hankam Kontinental Maritim (BTS)

=) SIKAP negara berdaulat (Jadi OBJEK lain kekuatan &
pengaruh, ATAU memainkan sebagai SUBJEK)

3. KEBUDAYAAN
Kebudayaan mempengaruhi wawasan:
=) Budaya tercipta oleh faktor-faktor organobiologis, lingk.
alam, lingk. psikologis, dan lingk. sejarah
=) Budaya merupakan keseluruhan cara hidup masyarakat
yang manifestasinya tampak dalam tingkah laku (dan
hasil tingkah laku yang dipelajari). (Wujud budaya: ide,
perilaku, dan fisik)
=) Budaya merupakan warisan yang bersifat memaksa bagi
masyarakat yang bersangkutan, dari generasi ke
generasi, sehingga diterima lebih secara emosional
(daripada rasional), dan mengikat secara kuat ke dalam
4. IDEALITAS : Paham Kekuasaan
=) Indonesia : Kekuasaan untuk damai dan merdeka
Pandangan Pakar tentang Kekuasaan (Budak : Untuk
Apa?)
1. Machiavelli (abad 17)
The Prince : Menghalalkan segala cara
Devide et Impera
Seperti binatang: Kuat-Menang
2. Napoleon Bonaparte (abad 18)
– Mengimplementasikan ajaran Machiavelli secara
sistematis ajaran Machiavelli
– Perang bersifat total, harus dikerahkan segala
kekuatan nasional
– Kekuatan politik harus didukung kekuatan logistik dan ekonomi nasional, kondisi sosial budaya (Iptek) demi terbentuknya kekuatan pertahanan dan keamanan
3. Clausewitz

Buku : Vom Kriege : Tentara Perang

Perang adalah kelanjutan dari politik dengan cara lain (Perang adalah sah untuk mencapai tunas)

Ctt : Sekarang Perang adalah sarana/alat dari politik

4. FEUERBACH dan F. HEGEL

-) Materialsme Feuerbach & Dialektika (Teori Sintesis =
konflik) F. Hegel melahirkan Kapitalisme & Komunisme
(dalam situasi pasar bebas, abad 17)

-) Pasar Bebas : Keberhasilan ekonomi negara ditentukan
oleh surplus perdagangannya (ekonominya), terutama
diukur dengan EMAS. (Memicu Kolonialisme – 3 G)

5. LENIN (Abad 19)
Memodifikasi ajaran Clausewitz (3)

Perang adalah kelanjutan dari politik dengan cara kekerasan. Revolusi adalah sah untuk mengkomuniskan dunia
F. KONSEP DASAR WANUS
Wadah Geografi
(Contour)

Konsep
Dasar
Isi Sis. Konstitusi
Wanus (Content)
(1) Batiniah
(Ideologi)
Konsep Tatalaku
Pelaksanaan (Conduct) Lahiriah
(Manajemen)
G. IMPLEMENTASI WANUS
=) Wanus tercermin dalam pola pikir, sikap, dan tindak
yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas
kepentingan pribadi dan golongan
=) Empat bidang : Politik
Ekonomi
Sosial Budaya
Hankam
1. KESATUAN POLITIK
– Kebulatan wilayah nasional dengan segala isi &
kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah,
wadah, dan menjadi modal milik bangsa

– Pancasila merupakan satu-satunya ideologi bangsa – Bangsa Indonesia secara psikologis merasa satu, senasib, dan bertekad mencapai cita bangsa
– Bahasa daerah, agama, dan suku merupakan kesatuan
bangsa
– Seluruh nusantara merupakan satu kesatuan hukum
nasional yang mengabdi kepada kepentingan nasional
(Tercipta iklim penyelenggaraan negara yang sehat &
dinamis, dan terwujud dalam pemerintahan yang kuat,
aspiratif, terpercaya sebagai penjelmaan kedaulatan
rakyat)

2. KESATUAN EKONOMI
Kekayaan negara baik potensial maupun efektif adalah
modal-milik bersama. Kebutuhan hidup tersedia merata
di seluruh wilayah
– Tingkat perkembangan ekonomi serasi & seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri-ciri khas dae- rah dalam pengembangan ekonominya
( Tercipta tatanan ekonomi yang menjamin pemenuhan
dan peningkatan kesejahteraan & kemakmuran
rakyat secara merata dan adil )

3. KESATUAN SOSIAL BUDAYA

– Masyarakat Indonesia adalah satu, kehidupan bangsa
merupakan kehidupan yang serasi, selaras, dan
seimbang dalam setiap tingkatkemajuan
– Kebudayaan Indonesia pada dasarnya adalah satu.
Keragaman budaya merupakan kekayaan budaya
bangsa, menjadi modal bangsa pengembangan budaya
bangsa dan hasilnya dapat dinikmati bersama.

(Tercipta sikap lahir batin yang mengakui & menghormatisegala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup sekaligus anugrah Tuhan)

4. KESATUAN HANKAM
Ancaman terhadap satu daerah pada dasarnya
merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa-negara
Setiap WNI mempunyai hak-kewajiban sama dalam rangka membela negara
(Tercipta kesadaran membela negara
berdasarkan cinta tanah air)

H. TANTANGAN IMPLEMENTASI
1. Pemberdayaan masyarakat (John Naisbit : Global
Paradoks : Rakyat diberi peran sebesar-besarnya)

2. Dunia tanpa batas (Kenichi Omahe: Borderless World
and The End of Nation State: Pemda perlu diberi peran
lebih besar)


3. Era Baru Kapitalisme a). Lester Thurow : The Future of Capitalism) :
Diciptakan keseimbangan antara individu-kelompok
dan masyarakat, antara negara maju dan berkembang
b). Hesel Handerson: Building Win- Win World: Dari
perang ekonomi menjadi masyarakat dunia yang
bekerja sama.
4. Kesadaran warga negara. (Ian Marison : The Second Curve: Muncul peran lebih besar dari pasar, konsumen & teknologi, untuk mewujudkan masyarakat baru

TEORI tersebut TIDAK MENYEBUT PERSATUAN-KESATUAN
(Keutuhan Bangsa) —– WANUS MASIH RELEVAN

I. FAKTOR DOMINAN

– Keteladanan Kepemimpinan nasional
– Pendidikan berkualitas & bermoral kebangsaan
– Media massa dengan informasi & kesan positif
– Keadilan dalam penegakkan hukum

WANUS SELESAI

Posted in: PPKN