SISTEM FILSAFAT PANCASILA

Posted on February 25, 2009

0


>
Filsafat = Philosophy > philein =love; sophos = wisdom
Dasar-dasar Filsafat :
a. Ontologis
b. Epistemologis
c. Aksiologis > logika; etika; estetika
KESATUAN PANCASILA
Kesatuan Organik
Kesatuan Hierarkhis Piramidal
Kesatuan saling meng-kualifikasi (saling menyifati)
Dasar Ontologis Pancasila
Inti setiap sila dari Pancasila, yaitu:
1. Ketuhanan
2. Kemanusiaan
3. Persatuan
4. Kerakyatan
5. Keadilan
Semua wujud tsb bersifat abstrak, umum dan universal
SISTEM ETIKA PANCASILA
Moral = kesusilaan
Moral adalah prinsip-prinsip tingkah laku manusia yang baik dan buruk/ jahat.
Etika adalah cabang filsafat yg membahas tentang tingkah laku manusia dipandang dari sisi baik & buruk /jahatnya.
Etika Pancasila > moral bangsa Indonesia; > etika humanisme religius.

Etika Pancasila bukan humanisme ateis.
Etika Pancasila menolak
> Hedonisme,
> Stoicisme,
> Egoisme.
Dasar, sarana & tujuan Etika Pancasila
Dasar > nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, Kerakyatan dan keadilan.
Sarana = cara > yang baik sesuai dg adat dan kultur bangsa Indonesia.
Tujuan > mewujudkan masyarakat yg berbahagia : lahir-batin; individu-sosial; dunia-akhirat.
Dasar (baik) > sarana (baik) > tujuan (baik).
Uraian Sila Pertama
Ketuhanan Yang Maha Esa > meliputi, mendasari & menjiwai sila-sila 2, 3, 4& 5.
Ketuhanan > adanya kesesuaian tingkah laku manusia dengan sifat-sifat Tuhan.
Tuhan bersifat :
*Maha Esa * Maha Sempurna
*Sebab Pertama * Adanya mutlak
*Tempat bergantung sgl yg ada.
Konsekuensi Sila 1 bagi bangsa Indonesia
Menganut monoteisme
Menolak politeisme, ateisme, deisme & panteisme.
Tidak ada paksaan dalam beragama
Meyakini wujud Tuhan objektif
Mematuhi Tuhan melalui ketaatan pada ajaran agama masing-masing.
Aliran-aliran Ketuhanan
Monoteisme = Ketuhanan Yg Maha Esa. Meyakini bahwa Tuhan mengatur segala yg ada terus menerus.
Politeisme = menyembah kpd banyak Tuhan.
Ateisme = tidak mengakui adanya Tuhan
Deisme = Meyakini bahwa Tuhan ada sebagai pencipta alam semesta dg hukum alamnya pada awal penciptaan saja. Seterusnya alam berjalan dan berkembang menurut hukum alam tanpa campur tangan Tuhan.
Sila ke-2: Kemanusiaan yang adil dan beradab
Kemanusiaan  adanya kesesuaian perilaku bangsa Indonesia dengan sifat dan hakikat manusia.
Sila ke-2 ini didasari dan dijiwai oleh sila pertama; sekaligus mendasari dan menjiwai sila ke-3, 4 & 5.
Hakikat Manusia  makhluk Monopluralis
 multidimensional
Hakikat Manusia Monopluralis
Satu kesatuan yang harmonis dari :
Kedudukan kodrat :
Sebagai hamba & ciptaan Tuhan
Sebagai pribadi mandiri
Sifat kodrat :
 makhluk individual
 makhluk sosial
Susunan kodrat :
 unsur jiwa (cipta, karsa & rasa)
 unsur raga (hewani, nabati & unorganik)
Adil dan Beradab
Adil  antara hak & kewajiban terpenuhi secara seimbang.
 tindakan & putusan yg objektif
 memandang manusia sama derajatnya di depan hukum.
Beradab  mengikuti norma moral dan adat budaya luhur dengan penuh tanggung jawab
Sila ke-3 : Persatuan Indonesia
Persatuan  kebangsaan / nasionalisme
 satu bangsa
Indonesia  geografis: wilayah Nusantara
 politis: bangsa dan negara
Indonesia
Sila ke-3 didasari & dijiwai oleh sila 1& 2; serta mendasari dan menjiwai sila 4 & 5.

Penjabaran Sila ke-3
Kebangsaan (nasionalisme) Indonesia ti-dak bermakna sempit; bukan Chauvinisme
Menghargai bangsa lain.
Sesuai dg Bhinneka Tunggal Ika.
Bangsa Indonesia tak dpt dibagi-bagi.

Sila ke-4
KERAKYATAN YG DIPIMPIN OLEH HIK-MAT KEBIJAKSANAAN DLM PERMU-SYAWARATAN/ PERWAKILAN.
Sila ini didasari & dijiwai oleh sila 1, 2,& 3 serta mendasari dan menjiwai sila ke-5.
Kerakyatan  Kedaulatan rakyat  De-mokrasi.
 sesuai dg sifat dan hakikat rakyat.

Demokrasi dlm sila ke-4 meliputi:
->Demokrasi politik
->Demokrasi ekonomi
->Demokrasi sosial
->Demokrasi budaya

Hikmat kebijaksanaan = penggunaan pikiran sehat dg selalu mementingkan persatuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
Permusyawaratan = keputusan diambil sesuai kehendak rakyat dg mufakat atau mayoritas.
Perwakilan = partisipasi seluruh rakyat melalui badan-badan perwakilan.

Sila ke-5 : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Keadilan  adanya keseimbangan pemenuhan kewajiban dan hak.
Sila ke-5 diliputi, didasari & dijiwai oleh sila 1, 2, 3, dan 4.
Keadilan sosial  pemenuhan basic needs.
Mencapai keutamaan dg semangat “memberi”.
Setiap pribadi dlm praktek perbuatan lebih mengutamakan kewajibannya.
Bentuk Keadilan
Keadilan Distributif (membagi):
> Kewajiban negara/ pemerintah kpd war-
ganegara/ rakyat.
Keadilan Legal (kepatuhan & loyalitas):
> Kepatuhan warganegara pd hukum neg.
Keadilan Komutatif (timbal balik):
> Kewajiban & hak antar sesama warga
negara.
Sistem Ideologi Pancasila
Ideologi  sebagai Guiding Principle, menjadi asas pembimbing masyarakat.
Ideologi merupakan sistem nilai dasar yg menja-di cita-cita bersama sesuai dg aspirasi masyarakat penganutnya.
Ideologi Pancasila berfungsi sbg dasar pemersatu bangsa Indonesia secara :
> politis
> sosio-kultural
> psikologis
Ideologi Terbuka
 nilai-nilai & cita-citanya digali dari kekayaan ruhani, moral dan budaya bangsa sendiri;
 tidak dipaksakan dari luar; tidak hanya berdasar pd pandangan seseorang, tetapi hasil musyawarah seluruh lapisan rakyat.
 secara terbuka menjadi milik seluruh rakyat.
3 Dimensi Ideologi Terbuka
1. Dimensi Idealistik  sistematik, ideal, rasional & universal.
2. Dimensi Realistik  sesuai dg realitas masyarakat, sehingga dapat diamalkan scr kongkrit.
3. Dimensi Normatif/ Fleksibilitas  nilai-nilainya membentuk sistem norma yg mendasari tertib hukum negara, dan dapat berlaku sesuai perkembangan zaman.
Ideologi Tertutup
 cita-cita yg berasal dr seseorang/ sekelompok orang untuk dipaksakan pd masyarakat.
 meskipun cita-cita itu tidak sesuai dg kehendak rakyat, namun tetap diberlakukan scr keras, dg ketundukan rakyat sbg pengorbanannya.
 ajarannya mengikuti pandangan pencetusnya scr tertutup; tidak menerima masukan dari pandangan lain yg berbeda.
Perbandingan Ideologi
Ideologi Terbuka :
 Pancasila : mendasarkan pd nilai-nilai reli-
gius, moral dan kultural.
 Liberalisme : mengutamakan pada landasan
rasional untuk kemajuan IPTEK.
Ideologi Tertutup :
 Komunisme : mengutamakan homogenitas
masyarakat dan pemerataan kecukupan
material.

Posted in: PPKN