Konsep Sehat dan Sakit

Posted on February 25, 2009

0


>

Content
Definisi dan Konsep Sehat
Dimensi Kesehatan
Definisi dan Konsep Sakit
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Sakit

KONSEP SEHAT DAN SAKIT
“Seseorang baru akan memikirkan kesehatannya bila tidak sehat”.

Sehat bagi masyarakat umum berarti ‘tidak sakit’.

Definisi dan Konsep Sehat
Kesehatan didefinisikan sebagai kesehatan badan, rohani (mental) dan sosial, dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. (UU No. 9/1960 RI : Pokok-pokok Kesehatan Bab I, pasal 2)
WHO mendefinisikan sehat sebagai status kenyamanan menyeluruh dari jasmani, mental dan sosial, dan bukan hanya tidak ada penyakit atau kecacatan.
Sehat adalah tidak hanya sehat dalam arti fisik, psikologis, dan sosial, tetapi sehat dalam arti spiritual / agama. (Empat dimensi sehat : bio – psiko – sosio – spiritual ) (WHO, 1984)

Seseorang dikatakan sehat apabila ia memiliki tubuh jasmaniah yang sehat, tidak berpenyakit, gizi yang baik, psike (mental) rukhaniyah yang tenang, tidak gelisah, mempunyai kedudukan sosial yang baik, mempunyai kehidupan dan rumah berlindung, serta dihargai sebagai manusia (WHO,1984)
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial, yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU RI No. 23 /1992)

Seedhouse cit. Mansfield (1977):
Kesehatan seseorang sebagai dasar untuk mencapai potensi realistiknya sehingga memungkinkan seseorang untuk melaksanakan potensi yang dimilikinya.
Potensi individual kebutuhan kesehatan tiap individu berbeda.

Dimensi Kesehatan
Kesehatan Jasmani
Kemampuan mekanistik dari tubuh.
Merupakan definisi yang dapat ditelaah secara langsung atau memiliki dimensi yang paling nyata
Kesehatan Mental
Kemampuan berpikir dengan jernih dan koheren.

Suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang, dimana perkembangan tsb berjalan selaras dengan keadaan orang lain
(UU No 3 : Kesehatan Jiwa)

Kesehatan Emosional/Afektif
Kemampuan mengenal emosi dan mengekspresikan emosi tersebut secara tepat

Bentuk emosi: takut, nikmat, duka, marah, dsb

Afektif berupa penanganan stres, ketegangan jiwa, depresi dan kecemasan
Kesehatan Spiritual
Kemampuan seseorang dalam mencapai kedamaian hati
Berkaitan dengan kepercayaan dan praktek keagamaan
Berisi prinsip-prinsip normal tingkah laku  perbuatan baik secara pribadi

Kesehatan Sosial
Kemampuan untuk membuat dan mempertahankan hubungan dengan orang lain.
Perilaku kehidupan dalam masyarakat.
Kemampuan untuk memelihara dan memajukan kehidupan pribadi dan keluarganya sehingga memungkinkan bekerja, beristirahat dan menikmati hiburan pada waktunya (UU No 9: pasal 3).

Kesehatan Sosietal
Kondisi kesehatan individu yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat yaitu terpenuhinya kebutuhan dasar dan kebutuhan emosional.
Kebutuhan dasar: makan, pakaian, papan.
Kebutuhan emosional: penghargaan terhadap HAM, tekanan politik.

Kesehatan individu tidak lepas dari kesehatan masyarakat.

Definisi dan Konsep Sakit
Sakit adalah keadaan dimana fisik, emosional, intelektual, sosial, perkembangan seseorang berkurang atau terganggu, bukan hanya keadaan terjadinya proses penyakit
Gangguan fungsi fisiologis yang terjadi akibat infeksi atau lingkungan disebut sebagai penyakit (disease).
Bagaimana penilaian individu terhadap pengalamannya menderita suatu penyakit,inilah yang dikenal sebagai sakit (illness).

Sakit bersifat obyektif dan subyektif
Subyektif; sesuai norma & harapan individu
jika seseorang yang merasakan sakit tetapi secara fisik/medis dia sehat.

Obyektif; sesuai kondisi nyata
jika seseorang fisiknya terganggu tetapi dia merasa sehat dan masih dapat menjalankan kegiatan sehari-hari.
Konsep Sakit
Konsep Sakit
Konsep Sakit
Konsep Sakit
Konsep Sakit
Status Kesehatan

Gangguan keseimbangan
Peningkatan kesanggupan Agen penyakit, misalnya virulensi kuman bertambah, atau resistensi meningkat.
Peningkatan kepekaan Host terhadap penyakit, misalnya karena gizi menurun
Pergeseran lingkungan yang memungkinkan penyebaran penyakit, misalnya lingkungan kotor.
Perubahan lingkungan yang mengubah meningkatkan kerentanan Host, misalnya kepadatan penduduk di daerah kumuh.
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Sakit
Faktor Internal
Persepsi individu terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami
Asal atau Jenis penyakit (akut-kronis)
Faktor Eksternal
Gejala yang dapat dilihat
Kelompok Sosial
Latar Belakang Budaya
Ekonomi
Kemudahan Akses Terhadap Sistem Pelayanan
Dukungan Sosial

Peningkatan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit
Persamaannya: Keduanya berorientasi pada masa depan.
Perbedaan:Terletak pada Motivasi dan Tujuan
Peningkatan Kesehatan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bertindak secara positif , untuk mencapai tujuan berupa tingkat kesehatan yang stabil
Pencegahan Penyakit memberi motivasi kepada masyarakat untuk menghindari penurunan tingkat kesehatan atau fungsi

Apa definisi kesehatan gigi dan mulut?

Apa itu sakit gigi dan gigi sehat?

Mengapa kesehatan gigi dan mulut sukar didefinisikan?

Umumnya pasien baru sadar bahwa dia perlu memperhatikan kesehatan giginya setelah dia merasakan ‘sakit gigi’, pada kondisi tersebut biasanya stadium penyakit telah parah.
Jadi kesadaran akan perlunya menjaga kesehatan gigi sudah terlambat, karena penyakit gigi geligi adalah progresif yang mana awalnya tidak dapat ditentukan secara klinis.
‘Sakit gigi’ merupakan kondisi kronik.

Maturnuwun

Posted in: FSIKOLOGI