GIZI UNTUK PENYAKIT RESIKO TINGGI

Posted on February 25, 2009

0


>lisdrianto hanindriyo

Content
Obesitas
Diabetes
Kardiovaskular
Kanker
Osteoporosis

Trend
Meningkatnya westernisasi, urbanisasi dan mekanisasi di hampir seluruh negara di seluruh dunia berpengaruh terhadap diet high-fat, high energy juga gaya hidup pasif
Seiring dengan meningkatnya obesity selama 30 tahun terakhir, prevalensi diabetes juga meningkat.
Di USA, 53% dari semua kematian wanita dengan BMI > 29 kg/m2 berhubungan dengan obesitas
Di negara berkembang obesity banyak terjadi pada wanita usia pertengahan
Indikator
Body Mass Index
Underweight  < 18,5
Normal  18,5 – 24,9
Overweight  25
Pre-obese  25 – 29,9
Obese class I  30,0 – 34,9
Obese class II  35,0 – 39,9
Obese class III  > 40,0
Lingkar Pinggang
Laki-laki : > 102 cm
Perempuan : > 88 cm

Faktor Etiologi
1. Protective
Lingkungan sekolah dan rumah
ASI eksklusif
2. Causative
Gaya hidup ‘pasif’
Pemasaran gencar makanan fast food/large portion, makanan rendah micronutrient, minuman soda  TV  target anak-anak dan remaja
Konsumsi tinggi minuman mengandung gula tiap gls/klng increase 60% prob of obesity
Faktor sosial ekonomi

Strategi Umum Pencegahan
1. Bayi dan anak :
Breast feeding
Menghindari penambahan gula pada makanan
Ibu  Menerima kemampuan makan anak
Menjamin kecupukan mikronutrien untuk pertumbuhan anak
2. Remaja :
Meningkatkan gaya hidup aktif
Membatasi menonton TV (pasif dan iklan)
Meningkatkan makan sayur dan buah serta makanan tinggi serat
Membatasi makanan mikronutrien rendah
Mengurangi konsumsi soft drink dan minuman tinggi gula lainnya

Diabetes
Ditekankan pada type 2 (NIDDM)
Komplikasi: kebutaan, gaal ginjal, gangren, meningkatkan resiko infeksi, CHD dan stroke
Saat ini ada sekitar 150 juta kasus dan mungkin menjadi 2X pada 2025
Dulu banyak terjadi pada umur tua sekarang pada semua usia

Pemberian diet bertujuan menyesuaikan makanan dengan kesanggupan tubuh agar pasien mencapai keadaan faali normal.
Syarat :
Jumlah kalori ditentukan menurut umur, jenis kelamin, BB dan TB, aktivitas, suhu tubuh, kelainan metabolik
Jumlah KH disesuaikan dengan kesanggupan tubuh
Gula murni dilarang
Makanan cukup protein, mineral dan vitamin
Pemberian makanan disesuaikan dengan obat yang dipakai

Macam Kal Prot Lmk KH
Diet g g g

I 1100 50 30 160
II 1300 55 35 195
III 1500 60 40 225
IV 1700 65 45 260
V 1900 70 50 300
VI 2100 80 55 325
VII 2300 85 65 350
VIII 2500 90 65 390

I –III pasien yang terlalu gemuk
IV-V pasien dengan BB normal
VI-VIII pasien kurus atau dengan komplikasi
Kardiovaskular
CVD menempati urutan tertinggi dari penyakit tdak menular.
Penyebab  pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas tubuh dan rokok.
 overweight, tekanan darah tinggi

Pengurang resiko  sayur dan buah, ikan dan minyak ikan (eicosappentaenoic acid dan docosahexaenoic acid), makanan tinggi linoleic acid dan potasium serta aktivitas fisik yang memadai.
 folate, vit. B6, flavonoid
Faktor resiko  myristic dan palmitic acid, trans fatty acid, intake sodium tinggi, alkohol dan overweight.
Rekomendasi
1. Lemak
Membatasi lemak dari daging dan susu, menghindari lemak hidrogenasi, menggunakan lemak tumbuhan sesuai takaran, konsumsi ikan atau sayur yang mengandung asam a-linoleic. Makanan lebih baik tidak digoreng.
2. Buah dan sayuran
Berguna karena kandungan phyto-nutrients, potasium dan serat. Jumlah yang dianjutkan 400-500 gram per hari.
3. Sodium
Penelitian : Dibatasi 70 mmol atau 1,7 gram per hari untuk menurunkan tekanan darah. Pencegahan  kurang dari 5 gram per hari termasuk produk sodium lain (misal MSG).
4. Potasium
Harian sekitar 70-80 mmol yang dapat diperoleh dari buah dan sayuran
5. Makanan berserat
Sumber : buah, sayur dan sereal
6. Ikan
Konsumsi ikan secara teratur paling tidak setara dengan 200-500 mg epa dan dha. Vegetarian  tanaman yang mengandung alpha linoleic acid.
8. Alkohol
Dilarang sama sekali
9. Aktivitas fisik
Paling tidak 30 menit sehari

KANKER
Faktor diet memiliki peran setelah rokok
Overweight  adenocarcinoma esophagus
– micronutrient, konsumsi makanan dan minuman terlalu panas  kanker rongga mulut, pharing dan esophagus
Ikan asin  kanker nasopharing
Rekomendasi
Jaga BB
Berolah raga secara teratur
Tidak mengkonsumsi alkohol
Mengurangi makanan yang diasinkan
Mengurangi makanan yang mengandung aflatoxin
Mengkonsumsi sayur dan buah minimal 400 g per hari
Mengurangi daging siap saji/olahan
Tidak mengkonsumsi makanan yang terlalu panas
Mengurangi bahan tambahan pada makanan
OSTEOPOROSIS
Sangat dipengaruhi oleh asupan makanan terutama Calcium dan vitamin D.
Untuk kesehatan tulang diperlukan juga Zinc, copper, manganese, boron, Vit A, Vit C, Vit K, Vit B, potasium dan sodium.
Rekomendasi
Kalsium intake 400-500 mg per hari
Peningkatan asupan vit D dan calcium pada usia tua dapat mengurangi resiko fraktur
Belum dipastikan tapi perlu diperhatikan :
Meningkatkan aktivitas tubuh, mengurangi konsumsi sodium, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, menjaga BB ideal, mtidak merokok dan minum alkohol.

Posted in: BIOLOGI